Senin, 30 April 2012

MELDE DAN SONOMETER

PERCOBAAN MELDE DAN SONOMETER
A. TUJUAN
1. Melde
a. Mahasiswa terampil menentukan rapat massa tali dan besaran yang mewakili gaya tegang tali.
b. Mahasiswa mampu menjelaskan kembali gerak gelombang transversal pada tali serta membedakannya dengan partikel tali tersebut.
c. Mahasiswa terampil menghitung besaran-besaran gelombang dari hasil pengamatannya.
d. Mahasiswa mampu mendefinisikan fenomena gelombang berdiri dan sebab kejadiannya.
e. Mahasiswa mampu menggunakan metode grafik yang menyatakan hubungan antara gaya tegang tali dengan kuadrat panjang gelombangnya untuk menentukan besaran fisis tertentu.
2. Sonometer
a. Mahasiswa mampu menerapkan metode grafik yang menyatakn hubungan antara gaya tegang kawat dengan panjang kawat yang bergetar (4L) untuk menentukan besaran gelombang yang bersesuaian dengan hubungan kedua besaran tersebut.
b. Mahasiswa dapat menganalisis mekanisme pembentukan gelombang pada set sonometer yang memerlukan arus bolak-balik dan magnet U sebagai pembentuk medan magnet homogen.
B. DASAR TEORI
Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Namun sebenarnya yang merambat adalah energi dari getaran tersebut. Pada gelombang mekanik, dimungkinkan terjadi perpindahan partikel medium saat energi getaran merambat. Gelombang dapat dikelompokkan berdasarkan sifat-sifat fisisny, yaitu:
1. Berdasarkan zat perantara atau medium rambatnya, gelombang dibedakan menjadi dua, yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik.
a. Gelombang mekanik, yaitu gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium, misalnya gelombang air, gelombang pada tali, dan gelombang bunyi.
b. Gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang dalam perambatannya tanpa memerlukan medium, misalnya gelombang cahaya.
2. Berdasarkan arah getarannya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua, yakni gelombang longitudinal dan gelombang transversal.
a. Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah getarannya berhimpit dengan arah rambatannya, misalnya gelombang bunyi.
b. Gelombang transversal, yaitu gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatannya, misalnya gelombang pada tali dan gelombang cahaya.
3. Berdasarkan amplitudonya, gelombang dapat dibedakan menjadi dua, yakni gelombang berjalan dan gelombang diam/berdiri.
a. Gelombang berjalan, yaitu gelombang yang amplitudonya tetap pada setiap titik yang dilalui gelombang, misalnya gelombang pada tali.
b. Gelombang diam/berdiri, yaitu gelombang yang amplitudonya berubah, misalnya gelombang pada senar gitar yang dipetik.
Gelombang mekanik
Gelombang mekanik adalah sebuah gelombang yang dalam perambatannya memerlukan medium, yang menyalurkan energi untuk keperluan proses penjalaran sebuah gelombang. Suara merupakan salah satu contoh gelombang mekanik yang merambat melalui perubahan tekanan udara dalam ruang (rapat renggangnya molekul-molekul udara). Tanpa udara, suara tidak bisa dirambatkan. Dipantai dapat dilihat ombak, yang merupakan gelombang mekanik yang memerlukan air sebagai mediumnya.
Gelombang elektromagnetik
Orang yang pertama kali menguji hipotesis Maxwall mengenai gelombang elektromagnetik adalah Heinrich Herz, pada tahun 1887 (Foster, 2004). Percobaan-percobaan yang dilakukan oleh Hertz memberikan definisi gelombang elektromagnetik. Supriyono (2006) menyatakan bahwa “gelombang elektromagnetik terdiri atas medan magnetik dan medan listrik yang berubah secara periodik dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama lain dan masing-masing medan tegak lurus arah rambat gelombang”.
Dari beberapa percobaan yang telah dilakukan, Hertz berhasil mengukur bahwa radiasi gelombang elektromagnetik frekuaensi radio (100MHz) yang dibangkitkan memiliki kecepatan rambat sesuai dengan nilai yang diramalkan oleh Maxwell. Disamping itu, eksperimen Hertz ini juga menunjukkan sifat-sifat gelombang dari cahaya, yaitu pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, dan polarisasi. Dengan demikian, hipotesis Maxwall mengenai gelombang elektromagnetik telah terbukti kebenarnnya melalui eksperimen Hertz.
Gelombang transversal
Gelombang transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus arah getarannya (usikannya).
Contoh gelombang transversal:
- Getaran sinar gitar yang dipetik
- Getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya
Gelombang longitudinal
Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah getarnya (arah usikannya).
Contoh gelombang longitudinal:
- Gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif kemudian diberikan usikan pada salah satu ujungnya.
Gelombang berjalan
Gelombang berjalan merupakan jenis gelombang yang memiliki sifat amplitudo yang sama pada setiap titik yang dilalui.
Gelombang berjalan memiliki persamaan:
Persamaan ini didapat dari persamaan umum gelombang yaitu: dan . Sehingga ( ). Dari persamaan ( ), yang dimaksud t adalah waktu. Karena gelombang berjalan mengalami perubahan kecepatan, jarak dan waktu sehingga dapat diambil kesimpulan persamaan gelombang , kemudian , sehingga
( ) karena ; maka
( ) k=konstanta gelombang=
( )
Gelombang stasioner
Gelombang stasioner dibagi menjadi dua, yaitu: gelombang stasioner akibat pemantulan pada ujung terikat dan gelombang stasioner pada ujung bebas. Persamaan umum gelombang stasioner: Karena gelombang stasioner terdiri lebih dari satu gelombang baik yang dapat maupun terpantul maka persamaannya mengalami berbagai perubahan.
untuk gelombang datang.
( )untuk gelombang pantul.
Untuk gelombang stasioner dengan ujung terikat :
Untuk gelombang stasioner dengan ujung bebas :
Panjang Gelombang
Panjang satu gelombang sama dengan jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode.
1. Panjang gelombang dari gelombang transversal
Pada gelombang transversal, satu gelombang terdiri atas 3 simpul dan 2 perut. Jarak antara dua simpul atau dua perut yang berurutan disebut setengah panjang gelombang atau 1/2λ (lambda).
2. Panjang gelombang dari gelombang longitudinal
Pada gelombang longitudinal, satu Gelombang (1λ) terdiri dari 1 rapatan dan 1 renggangan.
Cepat Rambat Gelombang
Jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu sekon disebut cepat rambat gelombang. Cepat rambat gelombang dilambangkan dengan dan satuannya m/s atau ms-1.
Pemantulan Gelombang
Jika gelombang melalui suatu rintangan atau hambatan, misalnya benda padat, maka gelombang tersebut akan dipantulkan. Pemantulan ini merupakan salah satu sifat dari gelombang.
Pemantulan gelombang pada ujung tetap akan mengalami perubahan bentuk atau fase. Akan tetapi pemantulan gelombang pada ujung bebas tidak mengubah bentuk atau fasenya.
Pembiasan Gelombang
Untuk mempelajari pembiasan gelombang dapat dilakukan dengan menempatkan balok kaca/logam pada tangki riak yang seluruhnya berada di dalam air, sehingga akan membedakan kedalaman permukaan air dalam tangki riak. Hal ini untuk menggambarkan adanya dua medium rambatan gelombang, permukaan dalam menggambarkan medium yang rapat dan permukaan air yang dangkal menggambarkan medium yang kurang rapat. Sinar gelombang yang melewati bidang batas antara kedalaman air terlihat dibelokkan/dibiaskan dimana front gelombangnya menjadi lebih rapat. Hal ini menunjukkan adanya perubahan panjang gelombang, akan tetapi
frekuensinya tetap, yaitu sama dengan frekuensi sumber getarnya. Dalam pembiasan gelombang berlaku hukum pembiasan yang menyatakan :
Perbandingan sinus sudut datang dengan sinus sudut bias merupakan bilangan tetap.
Secara umum sering dituliskan :
Dengan :
i = sudut datang gelombang (derajat atau radian)
r = sudut bias gelombang ( derajat atau radian )
= panjang gelombang pada medium 1 (m)
= panjang gelombang pada medium 2 (m)
= cepat rambat gelombang pada medium 1 (m/s)
= cepat rambat gelombang pada medium 2 (m/s)
= indeks bias medium 1
= indeks bias medium 2
Interferensi Gelombang
Untuk menunjukkan gejala interferensi gelombang dapat dipergunakan dua sumber getar berbentuk bola atau sumber getar berupa keping/plat yang diberi dua lubang/celah dimana celah tersebut dapat dianggap sebagai sumber getaran (gelombang). Untuk mengamati gejala interferensi gelombang agar teramati dengan jelas, maka kedua gelombang yang berinterferensi tersebut harus merupakan dua gelombang yang koheren. Dua gelombang disebut koheren apabila kedua gelombang tersebut memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama serta memiliki selisih fase yang tetap/konstan. Ada dua sifat hasil interferensi gelombang, yaitu interferensi bersifat konstruktif dan destruktif. Interferensi bersifat konstruktif artinya saling memperkuat, yaitu saat kedua gelombang bertemu (berinterferensi) memiliki fase yang sama. Sedang interferensi bersifat destruktif atau saling melemahkan jika kedua gelombang bertemu dalam fase yang berlawanan.
Difraksi Gelombang
Untuk menunjukkan adanya difraksi gelombang dapat dilakukan dengan meletakkan penghalang pada tangki riak dengan penghalang yang mempunyai celah, yang lebar celahnya dapat diatur. Difraksi gelombang adalah peristiwa
pembelokkan/penyebaran (lenturan) gelombang jika gelombang tersebut melalui celah. Gejala difraksi akan semakin tampak jelas apabila lebar celah semakin sempit. Dengan sifat inilah ruangan dalam rumah kita menjadi terang pada siang hari dikarenakan ada lubang kecil pada genting. Serta suara alunan musik dari tape recorder dapat sampai ke ruangan lain, meskipun kamar tempat tape tersebut pintunya tertutup rapat.
C. ALAT DAN BAHAN
1. Percobaan Melde
a. Set percobaan Melde
b. Beban
c. Tali/benang
d. Sumber tegangan
e. Neraca teknis
f. Kabel penghubung
g. Kawat email
h. Penggaris panjang
2. Percobaan Sonometer
a. Set sonometer
b. Neraca pegas
c. Power Supplay
d. Magnet U
e. Hambatan geser
f. Kabel Penghubung
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Percobaan Melde
a. Menghidupkan sumber tegangan listrik (power supplay), maka nampak bahwa sumber getar bergetar.
b. Mengatur beban sehingga berbentuk gelombang diam pada tali.
c. Mengukur panjang tali yang terisi oleh n x 1/2 gelombang. Mencatat banyaknya n tersebut.
d. Mengulangi kegiatan di atas untuk beban-beban lain yang berbeda massanya.
e. Mengukur panjang tali yang digunakan dan menimbang massanya.
f. Mengulangi kegiatan di atas untuk jenis tali yang berbeda.
2. Percobaan Sonometer
a. Memeriksa kembali rangkaian yang disusun, jika sudah sesuai dengan bagan, diperiksakan kepada pembimbing.
b. Menyalakan power supplay agar kawat email mendapat aliran listrik.
c. Mengatur tarikan neraca pegas pada nilai tertentu dan mengatur letak penumpu sampai terjadi gelombang diam pada kawat. Mengamati sampai terjadi setengah gelombang saja.
d. Mengukur panjang kawat yang bergetar tersebut.
e. Mencatat angka yang ditunjukkan oelh neraca pegas. Angka ini menunjukkan besarnya gaya tegang kawat. Menabelkan semua data yang diperoleh.
E. DATA PENGAMATAN
1. Percobaan Melde
A. Tali I
Panjang tali =1,855 m nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
Massa tali =0,00017 kg nst penggaris = 0,1 cm = 10-3 m
g = 9,8 m/s2
No
Beban (kg)
Jumlah ½ gelombang yang terjadi (n)
Panjang tali untuk n x ½ gelombang (meter)
1
0,00856
0,39
2
0,00963
0,41
3
0,0107
0,417
4
0,01177
0,435
5
0,01284
0,448
C. Tali II
Panjang tali =1,74 m nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
Massa tali = 0,00025kg nst penggaris = 0,1 cm = 10-3 m
g = 9,8 m/s2
No
Beban (kg)
Jumlah ½ gelombang yang terjadi (n)
Panjang tali untuk n x ½ gelombang (meter)
1
0,00856
0,31
2
0,00963
0,33
3
0,0107
0,34
4
0,01177
0,363
5
0,01284
0,37
2. Percobaan Sonometer
Panjang kawat = 1,19 m nst penggaris = 0,1 cm =10-3 m
Massa kawat = 0,00626 kg nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
g = 9,8 m/s2 nst neraca pegas = 0,2 kg
No
Gaya tegang kawat (Newton)
v (m/s)
Panjang kawat yang bergetar (Ɩ)
(m)
λ (m)
f (Hz)
1
5,88
33,43297142
0,4
0,8
41,79121428
2
7,84
38,6050701
0,425
0,85
45,41772953
3
9,8
43,16178051
0,475
0,95
45,43345317
4
11,76
47,28136162
0,5
1
47,28136162
5
13,72
51,06970742
0,53
1,06
48,17896926
6
15,68
54,59581372
0,571
1,142
47,8071924
F. ANALISA DATA
1. Percobaan Melde
a. Tali 1
Panjang tali =1,855 m nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
Massa tali =0,00017 kg nst penggaris = 0,1 cm = 10-3 m
g = 9,8 m/s2
No
Beban (kg)
Jumlah ½ gelombang yang terjadi (n)
Panjang tali untuk n x ½ gelombang (meter)
v (m/s)
λ (m)
f (Hz)
F (N)
λ2 (m)
1
0,00856
0,39
30,25
0,78
38,78
0,08
0,61
2
0,00963
0,41
32,09
0,82
39,13
0,09
0,67
3
0,0107
0,417
33,82
0,834
40,55
0,10
0,69
4
0,01177
0,435
35,47
0,870
40,77
0,12
0,75
5
0,01284
0,448
37,05
0,896
41,35
0,13
0,80
 Menghitung panjang gelombang
λ = 2 x panjang tali ½ gelombang
λ1 = 2 x 0,39 λ4 = 2 x 0,435
= 0,78 m = 0,870 m
λ2 = 2 x 0,41 λ5 = 2 x 0,448
= 0,82 m = 0,896 m
λ3 = 2 x 0,417
= 0,834 m
 Menghitung rapat massa tali
�� =
��
= 9,164 x 10-5 kg/m
Ralat mutlaknya
Sμ = √| | | |
√| | | | √| | | | √
Ralat relatifnya:
Rμ = x 100%
�� dengan ralat relatif 1,96 %.
 Menghitung cepat rambat gelombang transversal pada tali
v = √
F1 = m.g = 0,00856 x 9,8 = 0,083888 N
F2 = m.g = 0,00963 x 9,8 = 0,094374 N
F3 = m.g = 0,0107 x 9,8 = 0,10486 N
F4 = m.g = 0,01177 x 9,8 = 0,115346 N
F5 = m.g = 0,01284 x 9,8 = 0,125832 N
Cepat rambat:
√ �� √ √ �� √
√ �� √
√ �� √ √ �� √
 Menghitung frekuensi sumber penggetar:
 Persamaan matematika yang sesuai dengan grafik
v = √
v2 =
f2λ2 =
λ2 =
 Menghitung frekuensi sumber penggetar berdasarkan grafik bila koofisien arah garis grafik adalah
̅ =
b. Tali 2
Panjang tali =1,74 m nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
Massa tali = 0,00025kg nst penggaris = 0,1 cm = 10-3 m
g = 9,8 m/s2
No
Beban (kg)
Jumlah ½ gelombang yang terjadi (n)
Panjang tali untuk n x ½ gelombang (meter)
v (m/s)
λ (m)
f (Hz)
F (N)
λ2 (m)
1
0,00856
0,31
24,16
0,62
38,97
0,083
0,3844
2
0,00963
0,33
25,63
0,66
38,83
0,094
0,4356
3
0,0107
0,34
27,02
0,68
39,72
0,104
0,4624
4
0,01177
0,363
28,33
0,726
39,02
0,115
0,5270
5
0,01284
0,37
29,59
0,74
39,99
0,125
0,5476
 Menghitung panjang gelombang
λ = 2 x panjang tali ½ gelombang
 Menghitung rapat massa tali
�� ��
Ralat mutlaknya
Sμ = √| | | | √| | | |
√| | | | √ √
Ralat relatifnya:
Rμ = x 100% ��
 Menghitung cepat rambat gelombang transversal pada tali
v = √
F1 = m.g = 0,00856 x 9,8 = 0,083888 N
F2 = m.g = 0,00963 x 9,8 = 0,094374 N
F3 = m.g = 0,0107 x 9,8 = 0,10486 N
F4 = m.g = 0,01177 x 9,8 = 0,115346 N
F5 = m.g = 0,01284 x 9,8 = 0,125832 N
Cepat rambat gelombang: √ �� √ √ �� √
√ �� √
√ �� √ √ �� √
 Menghitung frekuensi sumber penggetar:
 Persamaan matematika yang sesuai dengan grafik
v = √
v2 =
f2λ2 =
λ2 =
 Menghitung frekuensi sumber penggetar berdasarkan grafik bila koofisien arah garis grafik adalah
̅ =
2. Percobaan Sonometer
Panjang kawat = 1,19 m nst penggaris = 0,1 cm =10-3 m
Massa kawat = 0,00626 kg nst neraca = 0,01 gram = 10-5 kg
g = 9,8 m/s2 nst neraca pegas = 0,2 kg
No
Gaya tegang kawat (Newton)
v (m/s)
Panjang kawat yang bergetar (Ɩ)
(m)
λ (m)
f (Hz)
4l 2 (m)
1
5,88
33,43297142
0,4
0,8
41,79121428
0,64
2
7,84
38,6050701
0,425
0,85
45,41772953
0,7225
3
9,8
43,16178051
0,475
0,95
45,43345317
0,9025
4
11,76
47,28136162
0,5
1
47,28136162
1
5
13,72
51,06970742
0,53
1,06
48,17896926
1,1236
6
15,68
54,59581372
0,571
1,142
47,8071924
1,304164
 Menghitung panjang gelombang
 Menghitung rapat massa tali
�� ��
Ralat mutlaknya:
Sμ = √| | | |
√| | | | √| | | | √ √
Ralat relatif:
Rμ = x 100% ��
 Menghitung cepat rambat gelombang transversal pada kawat
√ �� √ �� √ √ �� √ �� √
√ �� √ �� √
√ �� √ �� √ √ �� √ �� √ √ �� √ �� √
G. PEMBAHASAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, cepat rambat gelombang diperoleh dari melakukan pengukuran terhadap gaya tegang tali/kawat, pajang tali/kawat, dan banyaknya gelombang yang terjadi.
Pada percobaan Melde untuk tali I
H. JAWABAN PERTANYAAN
TUGAS SEBELUM PRAKTIKUM
P-01. Jika pada seutas tali panjangnya L, massanya M, diberi tegangan sebesar T, kemudian digetarkan sehingga terbentuk gelombang. Tentukan cepat rambat gelombangnya, nyatakan dalam L,M,T !
Jawab: √ �� �� √ √
P-02. Jelaskan mengapa gelombang pantulan tersebut mempunyai frekuensi dan panjang gelombang yang tetap sama?
Jawab:
 Karena amplitudo yang dippantulkan oleh ujung tetap tidak mengalami perubahan (karena pada ujung tetap ini dapat dikatakan tidak terjadi penyerapan energi.
 Karena cepat rambat sama (tidak mengalami perubahan) yang menyebabkan frekuensi dan panjang gelombangnya sama. Hal ini dikarenkan V berbanding lurus dengan frekuensi dan panjang gelombang.
 Karena salah satu ujungnya terikat dan tidak ada gaya lain yang bekerja pada gelombang.
P-03. Apakah perrbedaan antara gelombang yang dipantulkan dengan gelombang datang. Jelaskan!
Jawab:
Ada, yaitu mengenai fase dan arah rambatnya. Gelombang pantul mempunyai fase yang berlawanan dengan gelombang datang.
P-04. Jelaskan pengertian simpul dan perut!
Jawab:
Simpul merupakan titik-titik yang bergetar dengan simpangan sama dengan nol.
Perut merupakan titik-titik yang bergerak dengan simpangan maksimum.
P-06. Bagaimana keadaan gelombang yang terjadi jika ujung tali tidak terikat. Jelaskan!
Jawab:
Keadaan gelombang dengan ujung yang besar (tidak mengalami pembalikan fase) sama seperti ujung tetap disini tidak terjadi perubahan amplitudo dan cepat
rambat. Amplitudo tidak berubah karena tidak ada energi yang hilang. Sedangkan cepat rambat juga tetap karena merambat melalui medium yang sama.
P-07. Jelaskan terjadinya gelombang stasioner/ berdiri pada tali!
Jawab:
Gelombang stasioner terjadi karena adanya perpaduan dua gelombang (interferensi gelombang) yang mempunyai amplitudo dan frekuensinya sama tetapi arahnya berlawanan.
TUGAS
1. Mengapa jika magnet U tidak dipasang, pada kawat tidak terjadi gelombang, jelaskan!
Jawab:
Magnet U merupakan magnet yang menimbulkan medan magnet homogen, sedangkan kawat merupakan logam yang dapat ditarik kuat oleh magnet. Oleh karena itu, jika magnet U dipasang maka akan timbul gaya tarik menarik dengan kawat. Dimana salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya gelombang adalah gaya, sehingga apabila magnet U tidak dipasang maka tidak akan terjadi gelombang.
2. Mengapa kita harus menggunakan magnet U untuk dapat mengamati terjadinya gelombang tersebut? Jelaskan!
Jawab:
Karena magnet U mempunyai medan magnet, disamping itu disekitar penghantar berarus listrik terdapat medan magnet. Bila kedua medan tersebut didekatkan, maka akan timbul gaya magnetik dengan arah (vektor) yang tegak lurus dengan arah (vektor) medan magnet dan arah arus listrik. Jika arah arus bolak-balik, maka gaya magnetik ini akan bolak-balik pula.
3. Mengapa jika kita meletakkan dua magnet U yang sama kekuatannya secara simetris sepanjang kawat yang bergetar, kawat tersebut tidak lagi bergetar. Jelaskan!
Jawab:
Hal ini disebabkan oelh adanya sifat menghilang (meniadakan) kekuatan antar magnet, apabila kedua magnet yang sama kekuatannya diletakkan simetris, medan magnet ditimbulkan oleh adanya perpindahan muatan listrik, sehingga kedudukan magnet mempengaruhi adanya medan magnet di sekitar kawat berarus listrik, ketidakberadaan medan magnet pada magnet U karena adanya magnet U yang lain yang menyebabkan tidak terjadinya gelombang.
4. Bagaimana jika kawat yang kita gunakan kita ganti dengan kawat yang lain dan luas penampangnya berbeda, jelaskan!
Jawab:
Benda yang bergetar berfungsi sebagai sumber gelombang, getaran yang merambat keluar dari sumbernya, ini dikenal sebagai gelombang. Sehingga dalam gelombang dikenal cepat getar dan cepat rambat. Kecepatan rambat suatu gelombang dipengaruhi oleh sifat medium yang dilaluinya, misalnya kerapatan dan elastisistasnya, dalam hal kerapatan, gelombang dipengaruhi oleh massa kawat dan luas penampangnya. Hal ini dirumuskan dengan √
Jika gelombang rambat dari medium 1 ke medium yang lain, cepat rambatnya pasti akan berubah, tetapi frekuensinya tidak beruubah kecuali dipengaruhi oleh sumber getarnya. Semakain besar massa jenis dan luas penampangnya suatu kawat, maka semakin kecil cepat rambat gelombang yang melaluinya. Demikian juga sebaliknya, apabila massa jenis dan luas penampang kawat semakin kecil, maka cepat rambat gelombang itu akan semakin besar.
I. KESIMPULAN DAN SARAN
1. KESIMPULAN
Setelah melakukan percobaan-percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk
a. Rapat massa tali/kawat merupakan hasil bagi antara massa tali/kawat dengan panjang tali/kawat.
��
b. Gaya tegang tali/kawat merupakan hasil kali massa beban dengan percepatan gravitasi.
c. Menentukan cepat rambat gelombang menggunakan rumus
√ ��
d. Pada grafik hubungan gaya tegang tali dengan kuadrat panjang gelombang pada percobaan Melde dan grafik hubungan gaya tegang kawat dengan empat kali kuadrat panjang kawat yang bergetar, dapat dirumus dirumuskan
√ �� �� ��
Sehingga
Jadi, frekuensi sumber getar adalah √ ��
e. Pada percobaan Melde diperoleh frekuensi sumber getar sebesar
f. Pada percobaan Sonometer deperoleh frekuensi sumber getar sebesar
2. SARAN
Setelah melakukan percobaan ini, saran yang dapat kami sampaikan
a. Hendaknya praktikan mengerti seluruh prosedur kerja selama praktikum.
b. Lebih teliti dalam menentukan besaran-besaran yang akan diukur.
J. DAFTAR PUSTAKA
K. LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar